Akumulasi ISPA dan Imbauan Asap Dibedakan dalam Keterangan Dinkes Bengkulu
Redaksi Sergap Kilat |

BENGKULU - Angka 15.961 kasus ISPA yang disampaikan Dinkes Bengkulu merupakan akumulasi Januari–September 2026. Dalam imbauan 20 Oktober 2026 yang dimuat detikSumbagsel, Edriwan Mansyur menyebut peningkatan kasus tidak terlalu signifikan.
Kewaspadaan kabut asap menjadi konteks pesan kesehatan saat itu, bukan keterangan bahwa seluruh akumulasi kasus disebabkan asap. Warga dengan batuk, pilek, sakit tenggorokan, atau sesak napas diminta memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Dinkes menyiapkan fasilitas dan tenaga medis, serta meminta kesiapan puskesmas dan rumah sakit. Rencana pendistribusian masker turut disebut dalam laporan tersebut.
Edriwan mengimbau masker saat keluar, mengurangi aktivitas ketika asap pekat, dan menutup pintu serta jendela jika udara memburuk. Menjaga asupan air putih dan makanan bergizi, serta tidak membakar sampah maupun lahan, juga dianjurkan.
Kredit foto: Foto: Ilustrasi ISPA (Ricdwan Abbas Bandaso/detikSulsel).
Sources: https://www.detik.com/sumbagsel/berita/d-8715252/kasus-ispa-di-bengkulu-melonjak-dinkes-minta-warga-waspadai-kabut-asap — Kasus ISPA di Bengkulu Melonjak, Dinkes Minta Warga Waspadai Kabut Asap
Sumber arsip: arusutama.site — https://arusutama.site/berita/jangan-abaikan-batuk-hingga-sesak-napas-dinkes-bengkulu-minta-warga-periksa [22]